Showing posts with label Automotive. Show all posts
Showing posts with label Automotive. Show all posts

Sunday, May 11, 2008

Ban On Using Mobile Phone While Driving

As per May 8, 2008 Thailand Police will ban the use of mobile phones while driving. This will apply to all vehicles and roads. This also includes the use of mobile phone while stopping in the traffic light. Digital camera may be used by the Police to catch your act. The fine is varied between 400-1000 THB and you may get your licence suspended if caught for the second time. However, it is said that you can still use your phone while driving as long as you are using the hands-free kit (which I think may lead to a debate with the Boys in Brown)

My suggestion is just simply don't use your phone while driving..

Bangkok Intl Motor Show 2008 (Bag 3 - Habis)


Hyundai menampilkan prototype sport car Hyundai Veloster

Suzuki motor, satu-satunya motor yang sempat kejepret. Sampe lupa lihat type motornya


Siapa bilang mobil hybrid nggak gaul? Toyota FT-HS, prototype mobil hybrid yang dipamerkan.

Toyota HI-CT, prototype city car dari Toyota. Retro abisss....


Lexus seri terbaru, Lexus IS F juga turut dipamerkan di stand Lexus. Tampil juga sosok prototype SUV terbaru dari Lexus, sangar dan futuristik


Siapa mau beli BMW seri 502? Tampak cikal bakal BMW seri 5 ikut meramaikan suasana BIMS 2008. Perhatikan bentuk grill legendaris BMW



Nggak usah takut kehabisan bensin, kalau naik Volvo hybrid ini cukup colok ke stop kontak.


New Ford Escape, my dream car...


Citroen menampilkan sedan C6, bentuknya unik, jelas bukan inspirasi dari Asia, eh kok sepintas mirip kecoak ya? he he he...


Mitsubhisi menampilkan protoype minibus Mitsubishi RZ. Bisa nggak mengembalikan kejayaan Mitsubishi Colt L300 atau JetStar?

Mazda mengeluarkan SUV premium Mazda CX-9


GPS sudah mulai banyak dipasarkan di Thailand, mulai dari merk terkenal Garmin, sampai merk-merk Asia lainnya. Tampak in-dash GPS OEM dari Honda Accord yang baru.



Interior Toyota Alphard yang sudah full entertainment... Kalo gini sih pasti semua orang betah berjam-jam dalam perjalanan jarak jauh

Safety first! Masak iya pasang monitor video di tengan setir? Supir mestinya konsentrasi ke jalan dong... lagian airbag-nya mau dikemanain khun? jangan ditiru ya!

Bangkok Intl Motor Show 2008 (Bag 2)


BIMS 2008 di bagi dalam 3 pameran dalam ruangan terpisah, yaitu pameran mobil, pameran motor dan pameran aksesoris. Pameran mobil dan motor menempati bangunan utama gedung, sementara pameran aksesoris menempati bangunan semi permanen di sisi Selatan gedung. Walaupun semi permanen, tetapi dilengkapi dengan AC, jadi tetap nyaman.

Untuk melihat pameran mobil dan motor, pengunjung dikenai tiket seharga 80B (Rp 24,000), namun gratis untuk melihat pameran aksesoris.

Lobby utama Bitec cukup mewah dan nyaman, walaupun pameran baru dibuka pukul 11.00 namun pengunjung yang datang sudah cukup ramai. Di sebelah kiri lobby terdapat cafe dan restauran, sehingga mereka yang belum sempat sarapan bisa santai sejenak sambil menunggu pintu dibuka. Di tengah-tengah lobby, terdapat lukisan raja Thailand, Bhumibol Adulyadej atau Rama IX mengenakan pakaian berwarna pink.

BIMS 2008 ini diikuti oleh hampir 30 produsen mobil dan motor ternama di Asia, umumnya sama dengan peserta JIMS (Jakarta Intl Motor Show), kecuali tidak tampak stand Daihatsu karena memang merk ini tidak exist di Thailand. Sebagai gantinya, tampak stand Citroen, Tata (India) dan NAZA (Malaysia).

Stand Suzuki pun tidak sebesar di JIMS, sampai saat ini hanya Suzuki APV yang mulai terlihat banyak lalu lalang di Bangkok, selebihnya tidak ada. Bahkan fenomena Suzuki Swift, SX4 dan Neo Baleno pun tidak tampak di stand Suzuki, mereka hanya focus kepada New APV dan mencoba menawarkan Grand Vitara.

Salah satu mobil termurah yang ditawaran dalam pameran ini ialah NAZA Forza (http://www.nazacorp.com.my/cars/forza/forza.html) dengan harga sekitar 350,000B (Rp 105juta).

Sementara dari negeri Ginseng, tampak stand Sangyong, KIA dan Hyundai. Tidak seperti di Indonesia, pasar mobil2 Korea belum cukup besar di Thailand, namun kehadiran KIA Picanto dan Hyundai H-1 cukup banyak menarik perhatian pengunjung. Yang cukup mengherankan, walaupun pasarnya tidak populer, ada juga yang membeli SUV Hyundai New Santa Fe seharga 2,000,000B (Rp 600juta) lebih mahal dari Honda New CRV dan Toyota Fortuner!

Stand Honda tampil dengan new Honda Jazz sebagai andalan.



Stand Nissan menyuguhkan protoype Nissan Intima, sementara fenomena Grand Livina dan Livina XR tidak tampak jejaknya.

Lihat foto-foto selanjutnya.... di bagian 3 (habis)

Bangkok Intl Motor Show 2008 (Bag 1)


Minggu pagi ini, sekitar jam 10an saya sudah bersiap-siap dari rumah menuju BITEC (Bangkok International Trade and Exhibition Center), di Bang Na, Bangkok. Sejak tgl 26 Maret lalu sampai dengan 6 April 08, di sana diselenggarakan 29th Bangkok International Motor Show 2008 (BIMS), salah satu pameran paling bergengsi di Thailand.

Cuaca pagi ini mendung, cukup kontras dengan cuaca hari-hari sebelumnya yang sangat terik, maklum di Bangkok saat ini sudah masuk musim panas, suhu udara di siang hari bisa mencapai 32C sepertinya lebih panas dari Jakarta, namun pagi ini udara cukup sejuk.

Keluar rumah jalanan masih sepi, mungkin karena hari Senin besok hari libur jadi banyak yang berlibur keluar kota. Entah karena cuaca mendung, GPS yang dinyalakan sejak keluar rumah tadi masih juga belum dapat mengunci sinyal satelit, memang sih saya tahu ancer-ancernya menuju Bitec, tapi mengingat jalan tol di Bangkok bercabang2, saya nggak ingin salah ambil jalur.

Dari Sukhumvit, sebenarnya menuju Bitec cukup mudah, tinggal mengikuti jalan utama (jalan Sukhumvit) di bawah jalur Sky Train (BTS) ke arah On Nut dan terus saja sekitar 4km sampai bertemu perempatan besar jalan Sukhumvit dengan jalan Bang Na Trat/Burapa Withi Expressway /Route 3. Gedung Bitec sendiri berada persis di sudut perempatan tersebut di sebelah kiri depan. Untuk masuk ke lokasi bisa melalui pintu utama dari jalan Bang Na Trat atau melalui pintu samping dari jalan Sukhumvit. Kalau anda datang dari Sukhumvit, akan lebih mudah masuk dari pintu samping karena tidak harus memutar balik di jalan Bang Na Trat, dan pintu samping ini relatif lebih sepi dan lebih mudah untuk mencari tempat parkir.

Ketika GPS sudah mengunci satelit, saya langsung memilih tujuan Bitec. Sebenarnya ketika semalam saya melakukan simulasi rute dari rumah menuju Bitec, GPS menyarankan untuk mengambil rute Sukhumvit (non Toll), namun saya memilih untuk lewat Expressway 1 dengan membayar tol 40B (Rp 12,000 - tol dalam kota termahal di Bangkok ialah Expressway 1), masuk dari pintu Port (di selatan jalan Rama IV) ke arah Bang Na, rute ini sedikit lebih jauh lokasi saya tinggal tapi pasti bebas hambatan dan saya bisa keluar langsung di perempatan Bitec dan masuk lewat pintu samping.

Begitu masuk lahan parkir, di sana sudah banyak petugas parkir yang mengarahkan (jadi ingat Parkir Timur Senayan), biasanya lahan parkir di Bangkok gratis, namun kali ini dikenai karcis parkir 60B (alamak Rp 18,000!), cincai lah untuk acara setahun sekali ini.

Kalau tidak mau repot nyetir sendiri, sebenarnya kita bisa naik taksi, atau Sky Train (BTS) jurusan On Nut dan turun di stasiun terakhir (max 30B atau Rp 9000), dari sana disediakan shuttle bus gratis ke Bitec.

.... bersambung ke blog berikutnya

Paket Hemat GPS


Sudah punya PDA dengan fasilitas Bluetooth? Ingin punya GPS dengan dana minimal?

Kalau anda sudah punya PDA (sebaiknya dengan layar berwarna), sebenarnya ada cara murah untuk ber-GPS ria yaitu dengan menggunakan PDA sebagai layar dan 'otak' GPS. Dengan demikian kita cukup membeli receiver GPS-nya saja, tidak harus dengan unit display-nya.

Salah satu unit receiver GPS yang sudah saya coba ialah Garmin Mobile 10 (http://www.garmin.com/garmin/cms/site/us/). Unit ini sebenarnya bisa dihubungkan dengan beberapa device lain sebagai otak dan display GPS seperti PDA dan mobile/smart phone seperti Palm Treo, Samsung Blackjack (SGH600i), BlackBerry, Motorola Q dll. Bahkan unit ini pun dapat dihubungan dengan laptop. Di Indonesia, GM1o dijual sekitar Rp 1.7-1.9 juta (http://www.bhinneka.com/)

Koneksi dengan PDA
Saya menggunakan PDA Palm TX (http://www.palm.com/us/products/handhelds/tx/) sebagai layar dan otak dari Garmin Mobile 10. Untuk menghubungkan Palm TX dengan GM10 diperlukan koneksi Bluetooth dan software Garmin Mobile XT dari Garmin (termasuk dalam paket penjualan). Karena PDA saya berbasis Palm OS maka software Garmin-nya pun dipilih yang kompatibel dengan Palm OS. Sedangkan Map-nya universal baik untuk Palm, Symbian atau PPC.

Karena software GPS sudah termasuk dalam paket pembelian, maka jika membeli di toko yang lengkap anda bisa meminta software GPS yang sesuai dengan OS PDA anda. Yang perlu dicatat ialah minimal system requirement untuk koneksi dengan PDA, yaitu Palm OS 5.4 atau Windows Mobile/PPC 2003 dengan SD/MMC card 128MB (dengan 512MB akan lebih baik).

Saran saya, software GPS dan file Map sebaiknya diinstal di memory card saja supaya tidak menghabiskan memory internal PDA (besar file Map sekitar 90MB). Dengan demikian GPS akan bekerja lebih cepat dan tidak sering hang, walapun konsekuensinya pemakaian batere akan menjadi lebih boros (karena harus mengakses memory card terus-menerus).

Setelah selesai instalasi anda harus melakukan pairing dengan unit GPS terlebih dahulu sebelum bisa mulai beroperasi. Hal ini cukup dilakukan sekali saja pada saat awal instalasi, setelah itu di kemudian hari PDA anda akan otomatis mencari unit receiver begitu software GPS dijalankan.

Aksesoris
Peralatan tambahan yang harus anda miliki untuk bisa berkoneksi dengan nyaman ialah car charger untuk PDA. Sebab dengan koneksi bluetooth, interaksi dengan SD/MMC card dan display light on sepanjang jalan, batere PDA anda akan cepat terkuras. Pengalaman saya, setelah 3 jam Palm TX secara otomatis akan menonaktifkan pembacaan SD card untuk mengemat batere. Car charger untuk PDA dapat dibeli di toko2 gadget yang menjual PDA, baik OEM maupun aftermarket. Saya sendiri memakai car charger after market untuk Palm TX.

Batere GM10 sendiri tahan cukup lama, minimal 6-10 jam nonstop bahkan mungkin lebih karena saya sendiri nggak pernah nyetir lebih dari 5 jam nonstop. Namun GM1o memang sudah dilengkapi dengan car charger (bahkan tidak disediakan charger rumah), jadi tidak perlu khawatir kehabisan batere ditengah jalan.

Selain itu, aksesoris lain yang diperlukan ialah PDA holder untuk di mobil, sebab tanpa ini anda akan kesulitan melihat GPS dengan mudah. PDA holder ini juga bisa dibeli di toko2 yang menjual gadget/PDA.

Tips Memilih GPS


Hobi berkendara ke luar kota? Bingung mencari rute yang tepat? Atau tidak hapal jalan-jalan di kota? Sekarang sudah ada solusinya, yaitu GPS (Global Positioning System). Ini salah satu gadget kesayangan saya, walaupun harus merogok kocek sampai agak dalam, tetapi hasilnya sangat memuaskan! I rated this among the most useful gadgets I ever bought!

Ngomong-ngomong soal GPS, kalo anda mau worth the cost karena memang harganya tidak murah, saya punya tips 5 kriteria penting dalam memilih GPS:

1. Peta ter-update dengan peraturan lalin terkini, klasifikasi jalan raya, POI (Point Of Interest) database seperti hotel, restoran, tempat wisata, pompa bensin, bank dll

2. Routing termasuk Automatic Re-reouting

3. Ukuran Layar, terutama untuk berkendara di dalam kota dan kita memang benar2
bergantung kepada GPS sampai ke detail gang-gang terkecil

4. Layar Sentuh

5. Akurasi


Keterangan :

1. Peta Detail
Traffic Regulation. Peta yang baik seharusnya terupdate dengan peraturan lalu lintas lokal terkini. Misalnya panduan arah dari Simpang Dago ke Hotel Chedi, kalau perhitungan rute menurut metode shortest distance, di pertigaan Ciumbuleuit kita pasti diarahkan untuk langsung belok ke kanan, tapi kenyataannya sekarang di situ terdapat rambu dilarang belok ke kanan, kalau kita tidak melihat rambu tersebut ya siap2 saja ditilang 8-). Peta yang baik bisa mengetahui dimana kita bisa memutar balik (u-turn) untuk mematuhi peraturan lalu lintas, misalnya dari arah Senopati mau ke Ratu Plaza, GPS seharusnya mengarahkan belok ke kiri dulu sebelum menuju Bundaran RP, memutar balik di Pattimura, nah kalau petanya bisamenunjukkan titik lokasi untuk memutar balik, itu rtinya sudah top.

Road Classification. Ini berguna untuk melakukan setting routing preference, di mana GPS bisa membedakan antara jalan tol, jalan negara, jalan propinsi, jalan besar dan jalan kecil. Hal ini berguna dalam membuat perhitungan rute yang dikehendaki.

POI Database. Ini memuat data koordinat dari tempat2 yang berguna (hotel, restoran dll) sehingga kita dengan mudah dapat mencarinya dengan GPS

2. Routing Program
Program ini berguna untuk memandu jalan dari suatu lokasi awal ke lokasi tujuan. Basic GPS unit hanya bisa menunjukkan koordinat Lintang dan Bujur tanpa menampilkan peta dari daerah tersebut, ini cukup berguna untuk pendaki gunung, berkelana dalam hutan, bersepeda di JPG, atau off road di Halimun dll, namun kalau untuk berkendara on the road, routing is the key.

Advanced GPS memiliki beberapa setting dalam melakukan routing, yaitu, metode berkendara (walking, motorcylce, car, or truck), metode kalkulasi (jarak terpendek atau waktu tersingkat), dan avoidance setting (toll way, u-turn, small street, un-paved, custom). Rute yang bisa dipakai untuk sepeda motor kadang berbeda dengan mobil, coba aja naik sepeda motor lewat jalur tengah Semanggi arah Sudirman-Thamrin kalau nggak ditilang polisi. Kemudian rute jarak terpendek, belum tentu ditempuh dalam waktu tersingkat. Bagi orang yang ingin hemat BBM tapi tidak diburu waktu, mungkin akan memilih metode jarak terpendek. Biasanya setting ini lebih signifikan untuk rute antar kota, misalnya antar Jakarta – Bogor, dari Cinere pasti lebih dekat lewat Parung, tapi mungkin akan lebih cepat jika lewat tol Kp Rambutan – Jagorawi walaupun jaraknya lebih jauh.

Automatic Re-route. Hal ini berguna untuk mengkalkulasi ulang rute kalau kita salah jalan. Misalnya kita salah mengambil belokan, dengan auto-reroute GPS bisa menunjukkan bagaimana caranya tetap ke tujuan akhir sebisa mungkin tanpa harus mundur atau memutar balik.

Avoidance Setting. Ini berguna agar GPS bisa menyesuaikan panduan dengan rute favorit kita sesuai dengan kriteria yang kita inginkan, misalnya kalau duit lagi cekak, GPS bisa diset untuk menghindari jalan tol, atau bisa juga diset untuk menghindari u-turn (konsekuensinya rute akan jadi lebih jauh, karena akan dicarikan rute melingkar), menghindari jalan kecil (gang) dan juga disediakan custom setting untuk menhindari jalan-jalan tertentu yang (karena alasan pribadi) nggak pernah mau kita lewati, misalnya kita nggak mau lewat jalan H. Nawi, soalnya pasti macet atau karena lewat depan rumah bekas pacar he he he…

3. Ukuran Layar
Bigger screen is always better. Meskipun sekarang mulai banyak HP/Smartphone yang bisa dipakai sebagai GPS, kenyataannya layar sekecil itu tidak praktis untuk dipakai sambil berkendara kalau kita memang 100% rely on GPS. Cukup susah untuk melihat detail petanya tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalanan. Idealnya ukuran screen >4".

Orientasi screen juga berpengaruh walaupun tidak signifikan, idealnya layar GPS berorientasi potrait, karena akan lebih banyak menampilkan view ke depan (way ahead/forward). Kalau layar berorientasi landscape, layar akan lebih banyak menampilkan detail di kiri dan kanan jalan,sementara pandangan ke depan lebih sedikit, sehingga rasanya kurang sip. Walaupun demikian, kenyataannya most of car GPS berlayar landscape.

Layar Warna. Dibanding orientasi layar, kemampuan layar untuk menampilkan warna punya pengaruh yang sangat signifikan. Sebaiknya pilih GPS yang berwarna, sebab kita akan kita akan lebih mudah membaca peta dan membedakan route plan dengan jalanan lainnya (route plan akan digambar dengan warna berbeda dengan jalan lainnya)

4. Layar Sentuh
Walaupun tidak dianjurkan karena berbahaya, sering kali kita harus berinteraksi dengan GPS sambil berkendara, misalnya kita ingin melakukan zoom in/out peta, merubah destinasi, melihat route plan secara keseluruhan dll. Dengan fasilitas touch screen ini masih dimungkinkan tanpa harus melepas pandangan dari jalan, sementara hal ini menjadi sangat membahayakan diri sendiri dan pengendara lain kalau kita menggunakan layar non touch screen seperti pada HP biasa, di mana kita harus menekan tombol2 keypad konvensional.

Kalau kita menggunakan HP sebaiknya kita berhenti dahulu di pinggir jalan sebelum merubah setelan GPS.

5. Akurasi
Kalau misalnya GPS untuk militer memiliki akurasi sampai 3ft ~ 1m, akurasi receiver Garmin yang kita pakai sehari2 bisa mencapai 5m di tempat terbuka atau sekitar 10m di antara gedung2 tinggi. Akurasi 5m artinya posisi kita sesungguhnya bisa berada di mana saja dalam radius 5m dari titik yang ditunjukkan di layar GPS. Akurasi di atas 10m akan menjadi tidak berguna untuk panduan berkendara di dalam kota di mana jalanan2 cukup rapat, jarak antara pertigaan satu dengan pertigaan lain sekitar kurang dari 20m, karena kemungkinan besar akan salah dipandu belok atau dianggap salah lajur.

Kebanyakan GPS sekarang sudah memakai peta 3D, dalam arti route plan ditunjukkan dalam bentuk simulasi pandangan sopir, alih-alih peta 2D yang seperti melihat peta dari atas. Namun peta 3D membutuhkan koneksi extra 1 satelit (versus peta 2D) sebelum bisa mengunci posisi kita, artinya butuh waktu lebih lama pada saat start up sebelum GPS bisa bekerja. Walaupun demikian bukan berarti begitu menyalakan GPS yang hanya menggunakan peta 2D kita langsung bisa tancap gas, tetap butuh waktu minimal 1 menit untuk mencari satelit di angkasa dan mengunci posisi kita (dalam keadaan diam dan di tempat terbuka). Kalau kita berada di antara gedung2 tinggi maka sinyal satelit akan sulit terlacak pada saat start up, namun begitu posisi sudah terkunci, keberadaan kita masih tetap terlacak asalkan tidak berada di dalam gedung/basement.

Garmin menggunakan sampai 10-12 satelit di angkasa untuk mengunci posisi kita, sementara untuk akurasi 3D dibutuhkan minimal 4 satelit, sedangkan untuk akurasi 2D dibutuhkan minimal 3 satelit.

FAQ
1. Apakah layanan GPS itu berbayar?
Layanan GPS via satelit sampai saat ini tidak berbayar dan inipun sudah cukup, kecuali kita berlangganan extra features yang mana hanya tersedia di US atau Eropa (Garmin online, etc) seperti weather report, traffic report, fuel price update etc.
Layanan GPS via mobile phone network tentu berbayar, setidaknya dikenai biaya GPRS untuk send-receive data dan air time, belum lagi kalau ditambah layanan2 lain via wap service

2. Apakah mengunakan GPS itu rumit?
Tidak, paling hanya memerlukan initial setting layaknya mengoperasikan HP/Smartphone, setelah itu tinggal touch and go

3. Mengapa harga software peta asli mahal?
Di Bangkok, kalau membeli software peta saja harganya cukup mahal, sekitar 3-4 juta rupiah, namun kalau membeli dengan unit Garmin, peta diberikan secara gratis. Kenapa mahal? tergantung dari detail yang disediakan, peta yang bagus memiliki database POI yang lengkap, termasuk aturan lalu lintas terkini termasuk titik untuk u-turn (bayangkan saja jalanan sepanjang Warung Buncit sampai Kuningan, ada berapa lokasi u-turn yang harus di data, itu baru satu lajur dari satu kota, software Thailand Street Map mencakup peta jalan dan POI database dari seluruh kota di Thailand), dan kalau membeli peta resmi kita akan dapat menerima update peta secara gratis (tergantung provider). Jadi misalnya mau kita JJB (Jalan Jalan Bareng) ke Jogja, tinggal search nama hotel yang dituju, kalau ada di dalam database GPS, kita bisa langsung dipandu sampai ke hotel. Mau mencari lokasi suatu alamat, pompa bensin, restoran, museum, mesjid, gereja, rumah sakit, supermarket, bioskop, pasar,atau tempat2 wisata lainnya, tinggal key in saja.

Yang paling asik ialah ada satu option di GPS yang bernama Home. Tinggal pilih option ini di manapun kita berada, kita akan langsung dipandu pulang sampai ke rumah! persis seperti fungsi autopilot, sayang mobilnya nggak bisa nyupir sendiri 8-). Banyangkan setelah puas muter2 di Lembang-Maribaya, mau pulang ke Jakarta, nggak usah nanya2, pencet Home langsung dipandu sampai rumah. Saya sudah berkali-kali memakai option ini, dari pelosok2 Taman Nasional (National Park Reserve) di Thailand, di mana orang2 nggak bisa membaca tulisan latin, boro-boro bahasa Inggris, Alhamdulillah tidak pernah perlu menanyakan arah pulang ke Bangkok! (selama kita stay on the chartered road).

Semoga berguna